MADYA POS.COM

Selasa, 18 Desember 2012

Tren Pendapatan - Prabowo - Kesehatan



Disambut  Hangat , Tren Pendapatan
Daerah Provinsi Sumut
Menanjak Signifikan




Medan (MP.C)
Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Opas Indonesia, Buyung Amin Nasution menaruh simpati atas tren pendapatan daerah provinsi Sumatera Utara yang terus menanjak  secara signifikan , sehingga jumlah pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah ini bertambahn besar dan pada gilirannya dana pembangunan semakin mantap.
       Menurut Nasution , ini merupakan gambaran nyata Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) sangat komit memperdayakan potensi daerah menuju  otonomi daerah yang maju dan mandiri. Hal ini diakui dengan tegas oleh Kadispendasu H. Sjafaruddin,SH,MM

Sjafaruddin mengungkapkan , dalam mengelola sumber-sumber pendapatan daerah pihak Dispendasu  mengusung visi, misi dan budaya organisasi yang konsisten memberikan pelayanan prima, lancar dan aman kepada semua lapisan masyarakat . Atas keberhasilan ini pula , Dispendasu telah menerima Sertifikasi ISO standar mutu yang antara lain pernah diterima Plt Gubsu, H. Gatot Pujo Nugroho,ST beberapa waktu yang lalu

Dan optimalisasi pendapatan daerah juga bergerak positif dengan adanya berbagai kebijakan, terutama pada Perda No. 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara . Adapun materi Perda tersebut adalah penyesuaian tarif baru pajak di Sumut  sebagai tindak lanjut pemberlakuan Undang-undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pakjak dan Retribusi  Daerah yang dijabarkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2011 tentang Pajak daerah Provinsi Sumatera Utara  sejak 2 Mei 2011 relatif berjalan lancar
  
Diungkapkan. sesuai penyesuaian tarif atas beban pajak provinsi tersebut , masing-masing tarif antara lain  pajak kenderaan bermotor  (PKB) pribadi yang berdasarkan Perda lama sebesar 1,5 persen dari nilai jual objek pajak (NJOP) disesuaikan menjadi 1,75 persen dari NJOP) sementara kenderaan umum tetap 1,00 persen dari NJOP

Pada Perda baru juga diatur tentang tarif PKB Progresif Pribadi yakni terhadap kenderaan bermotor pribadi kepemilikan kedua menjadi 2,00 persen dari NJOP, kepemilikan ketiga 2,50 persen kepemilikan keempat 3,00 persen dan kpemilikan kelima 3,50 persen

Khusu Tarif BBNKB penyerahan karena  warisan yang pada Perda  lama dikenakan 0,10 persen dan terhadap alat-alat berat dan alat-alat besar  ada golongan ini yang pada Perda lama dikenakan 0,03 persen maka pada Perda baru tidak lagi dikenakan

Buyung Amin Nasution sangat terkesan atas seluruh kinerja, Kadispendasu, Sjafaruddin  , apalagi Dispendasu telah menerapkan program sistim Samsat Online “leading sector” Dispendasu, sehingga segala sesuatunya dapat berjalan  lancar dan tertib( R.01) 



Prabowo Mulai Gerilya untuk Pilpres 2014

Jakarta (mp.c) - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 masih jauh, namun sejumlah kandidat capres mulai bergerilya berburu dukungan rakyat. Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto misalnya, telah memulai keliling Indonesia bak kampanye Pilpres.

"Beliau sudah keliling Indonesia ke banyak daerah. Sudah banyak menerima tamu, sudah banyak membaca hasil survei," kata Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, kepada detikcom, Rabu (19/12/2012).

Partai Gerindra yakin Prabowo akan sukses di Pilpres 2014 meskipun syarat pencapresan yang cukup berat bisa mengadang langkah Prabowo.

"Kalau perjalanan ini mulus sesuai dengan apa yang terjadi hari ini, memang keyakinan kami Prabowo Subianto akan menjadi presiden berikutnya. Nanti mungkin 2013 Pak Prabowo akan deklarasi capres," katanya.

Prabowo telah menyampaikan optimismenya bakal memenangkan Pilpres 2014 kelak. "Saya optimis bahwa saya bisa mendapat kepercayaan rakyat. Saya merasa rakyat sekarang mendukung saya," kata Prabowo di Hotel Four Seasons, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (18/12) kemarin.

Namun demikian banyak juga pihak yang melihat langkah Prabowo ke Pilpres 2014 tak akan semulus ambisinya. "Pak Prabowo secara elektabilitas memang masih sangat kuat. Namun beliau punya masalah karena elektabilitas Partai Gerindra belum menunjukkan peningkatan. Tantangan terbesarnya adalah syarat pencapresan yang cukup berat, dan bayang-bayang masa lalunya, meskipun secara logistik saya yakin sangat kuat," kata pengamat politik sekaligus Dirut Lembaga Survei Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Rabu (19/12/2012).(dtc)
 
 
 
 
KESEHATAN




Angry Bahaya, Penyakit Katarak 

Dapat Mengakibatkan Kebutaan

Pada 2020, diperkirakan penderita Penyakit mata Katarak dan kebutaan meningkat dua kali lipat. Padahal, 75 persen kebutaan di dunia dapat dicegah dan diobati.

Kebutaan merupakan masalah kesehatan masyarakat dan sosial ekonomi yang serius bagi setiap negara. Informasi studi yang dilakukan Eye Disease Prevalence Research Group (2004) memperkirakan, pada 2020 jumlah penderita penyakit mata dan kebutaan di dunia akan mencapai 55 juta jiwa.

Mata

Anatomi Mata
Prediksi tersebut menyebutkan, penyakit mata dan kebutaan meningkat terutama bagi mereka yang telah berumur di atas 65 tahun. Semakin tinggi usia, semakin tinggi pula risiko kesehatan mata.
WHO memiliki catatan mengejutkan mengenai kondisi kebutaan di dunia, khususnya di negara berkembang. Saat ini, terdapat 45 juta penderita kebutaan di dunia, 60 persen di antaranya berada di negara miskin atau berkembang.

Ironisnya, Indonesia menjadi negara tertinggi di Asia Tenggara dengan angka sebesar 1,5 persen. Menurut Spesialis Mata dari RS Pondok Indah DR Dr Ratna Sitompul SpM, tingginya angka kebutaan di Indonesia disebabkan usia harapan hidup orang Indonesia semakin meningkat.

“Karena beberapa penyakit mata disebabkan proses penuaan,” ujarnya dalam peresmian Klinik Mata dan Katarak Center, di Jakarta, baru-baru ini. Artinya, semakin banyak jumlah penduduk usia tua, semakin banyak pula penduduk yang berpotensi mengalami penyakit mata.

Hingga kini, penyakit mata yang banyak ditemui di Indonesia adalah Mata katarak (0,8 persen), glukoma (0,2 persen) serta kelainan refraksi (0,14 persen). Penyakit Katarak merupakan kelainan mata yang terjadi karena perubahan lensa mata yang menjadi keruh. Dalam keadaan, normal, jernih dan tembus cahaya.

Kekeruhan tersebut menyebabkan cahaya sulit mencapai retina sehingga penderita katarak mengalami gangguan penglihatan seperti objek terlihat kabur. Selain usia, tingginya penderita katarak disebabkan kondisi geografis di Indonesia.

Angka kejadian katarak banyak terjadi di daerah ekuator, daerah yang panas dengan intensitas paparan sinar ultraviolet matahari tinggi. Sedangkan Indonesia sendiri merupakan salah satu negara katulistiwa.

Menurut Ratna, tingginya kasus kebutaan di Indonesia dibandingkan negara lain karena kurangnya perhatian masyarakat Indonesia terhadap kesehatan mata. Kebutaan mata karena gangguan katarak bukan kebutaan permanen karena dapat disembuhkan dengan operasi.

“Tindakan operasi Penyakit Katarak Penyebab Kebutaan dilakukan bila penglihatan telah hilang sehingga mengganggu penderita dalam melakukan kegiatan sehari-hari,” tutur Spesialis Mata dari RS Pondok Indah Dr Zulhafdy Muchni SpM. Tindakan penanganan katarak dilakukan bila penglihatan telah hilang dan mengganggu penderita dalam beraktivitas.(int)





 Penyebab Utama Tekanan Darah Tinggi

 
Jakarta, (mp.c)
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah secara kronis atau melebihi 140/90 mmHg. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, bahkan yang tidak Anda duga sekalipun.

Baru-baru ini sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation menemukan bahwa pola makan yang mengandung garam tinggi selama beberapa tahun merupakan salah satu faktor yang dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Kesimpulan ini didapatkan setelah peneliti melibatkan 5.556 orang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi dan mengukur konsentrasi garam di dalam darahnya. Setelah tujuh tahun, partisipan dengan kadar sodium dalam darah yang tertinggi, akibat pola makan yang mengandung garam tinggi, 21 persen lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi daripada partisipan yang kadar garamnya paling rendah.

Namun pola makan tinggi garam bukanlah satu-satunya hal yang menyebabkan tekanan darah Anda meninggi. Faktanya, menurut laporan dari Institute of Medicine, pola makan tinggi garam dipercaya hanya bertanggung jawab terhadap 20-40 persen seluruh kasus tekanan darah tinggi di Amerika Serikat.

Untuk melindungi jantung Anda dari pola makan tinggi garam, simak juga 4 penyebab utama tekanan darah tinggi lainnya seperti dikutip dari menshealth, Jumat (13/7/2012) berikut ini:

1. Jadwal Padat yang Bikin Stres

Stres kronis seperti yang Anda alami saat bekerja setiap hari mulai jam 9 pagi hingga 5 sore dapat meningkatkan tekanan darah Anda secara signifikan, ujar Eric Topol, MD. Untuk mengatasinya, minumlah segelas susu.

Hal ini karena stres menurunkan kadar serotonin yang berfungsi membuat tubuh Anda tetap tenang dan kalem sedangkan susu mengandung protein whey. Menurut peneliti dari Belanda, protein whey dapat membantu mendorong triptofan, salah satu komposisi dari serotonin hingga 43 persen.

2. Berat Badan Berlebih

Berat badan Anda merupakan kontributor terbesar dari tekanan darah tinggi. Namun kondisi ini bisa berbeda dari satu orang ke orang lainnya, terang Dr. Topol. "Beberapa orang dapat menjadi sangat gemuk namun tekanan darahnya normal, sedangkan ada juga orang yang ketika berat badannya naik sedikit tahu-tahu tekanan darahnya sudah meningkat tajam," lanjutnya.

Untuk mengatasinya, kurangi asupan makanan olahan dan sediakan buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, biji-bijian serta protein seperti ikan dan daging.

"Tubuh Anda membutuhkan 10 kali energi lebih banyak untuk mencerna satu gram protein daripada satu gram lemak. Jadi Anda akan membakar kalori lebih banyak hanya dengan makan lebih banyak makanan berprotein," ujar Alan Aragon, MS, seorang pakar gizi.

Ada juga cara lain yang direkomendasikan sebuah penelitian di Australia. Studi ini menemukan bahwa penderita tekanan darah tinggi yang memperoleh 8 persen kalori hariannya dari roti, kentang, sereal atau pasta dengan daging merah tanpa lemak mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 4 poin hanya dalam 8 minggu.

3. Gen

Faktor genetik tentu saja memainkan peranan utama terhadap kondisi tekanan darah Anda, namun hal itu bukan berarti Anda akan mengalaminya jika orangtua Anda memiliki tekanan darah tinggi. Bahkan jika Anda terbebani oleh faktor genetik semacam itu, Anda masih bisa mengesampingkannya dengan gaya hidup aktif, saran Dr. Topo.

Sebuah studi terhadap 6.000 orang yang memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi terbukti belum tentu mengalaminya sendiri. Setelah lima tahun, studi tersebut menunjukkan bahwa partisipan yang suka berjalan kaki sedikitnya 150 menit setiap minggunya berisiko 34 persen lebih rendah mengidap suatu penyakit dibandingkan partisipan yang gaya hidupnya pasif.

4. Kurang Olahraga

Kurangnya aktivitas tidak hanya berkontribusi terhadap melebarnya lingkar pinggang, tetapi juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi Anda. Untuk mengatasinya, datangi gym atau pusat kebugaran lainnya untuk berolahraga atau bisa juga dengan melakukan aerobik secara rutin, saran Dr. Topol.

Faktanya, American Heart Association merekomendasikan aktivitas fisik intens selama 30 menit atau lebih sedikitnya lima hari dalam seminggu. Alasannya, aktivitas fisik rutin dapat membuka pembuluh darah Anda agar menjaga tekanan dalam pembuluh darah Anda tetap pada level yang normal.(int)





0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda