MADYA POS.COM

Senin, 21 Juli 2014

GUBSU-ROSPITA-M-II/mei-





GUBSU: KEBANGKITAN TEKNOLOGI INFORMASI PRASYARAT UTAMA HADAPI AFTA

Medan, (MP.C)
GUBSU: KEBANGKITAN TEKNOLOGI INFORMASI PRASYARAT UTAMA HADAPI AFTAGubsu H. Gatot Pujo Nugroho, ST, M.Si mengajak semua pihak mengarahkan semangat Kebangkitan Nasional untuk bangkit menguasai teknologi informasi sebagai prasyarat utama menghadapi AFTA. "Membangun daya saing bangsa pada era perdagangan bebas ASEAN (AFTA) melalui pemanfaatan teknologi informasi sejatinya harus dijadikan momentum bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat," ujar Gubsu dalam sambutan yang  dibacakan Asisten Perekonomian Hj. R. Sabrina, Senin (19/5).

Berbicara saat membuka Forum Dialog Humas se-Sumut di Hotel Dharma Deli Medan, Gubsu menegaskan Indonesia harus bangkit dan cerdas mengeksploitasi kekayaan sumberdaya alam dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Dialog bertema "Melalui Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan dalam Bingkai NKRI Menuju Masyarakat Indonesia yang Informatif", menghadirkan narasumber Dosen Magister Studi Pembangunan dan Magister Sosiologi USU Ahmad Taufan Damanik, Asisten Perekonomian Pemprovsu Hj. R. Sabrina dan Kadis Kominfo Sumut Drs. Jumsadi Damanik SH, M. Hum.

Hj. R. Sabrina pada dialog dengan moderator Mela Hapsari dari TVRI juga sependapat untuk bangkit dan berdaya saing dalam percaturan perekonomian yang semakin mengglobal diperlukan ketersediaan dan penguasaan data yang cepat dan akurat.

"Kita harus menguasai data inflasi, pertumbuhan ekonomi, kebutuhan dan ketersediaan pasar maupun produksi dan lainnya, yang semuanya itu memerlukan penguasaan teknologi informasi," ujarnya.
Kadis Kominfo Sumut Drs. Jumsadi Damanik, SH, M.Hum mengemukakan momentum Harkitnas harus mampu melecut kembali nilai-nilai kebersamaan sebagai bangsa dalam menghadapi globalisasi dengan cara meningkatkan peran serta masyarakat dalam menghidupkan dan mewujudkan masyarakat informasi.
Dosen Magister Studi Pembangunan dan Magister Sosiologi USU Ahmad Taufan Damanik secara lebih fokus memaparkan pentingnya penguasaan informasi khususnya jajaran kehumasan agar berdaya saing terutama menghadapi AFTA.
"Peningkatan sumberdaya manusia (SDM) humas sudah menjadi keharusan sehingga aparatur humas harus memiliki standar kompetensi, jadwal dan kurikulum pelatihan, instrumen uji kompetensi dan sertifikasi serta memiliki kode etik profesi dan organisasi," ujarnya.
Lebih lanjut Gubsu memaparkan perkembangan informasi saat  ini sangat relevan dengan Kebangkitan Nasional, dimana penguasaan informasi merupakan isu kontemporer yang seyogianya menentukan kemajuan suatu bangsa.
Dipaparkannya indikator daya saing di dunia sekarang ini sudah berubah dari keunggulan komparatif dengan kekayaan alam menjadi keunggulan kompetitif yang memfokuskan terhadap teknologi informasi.
Lebih lanjut Gubsu mengemukakan pergeseran paradigma ekonomi dunia dari ekonomi berbasis resources menjadi berbasis pengetahuan (knowledge) yang diperkaya dengan akses pengetahuan dan informasi dan kemajuan teknologi akan membawa suatu bangsa menuju kemandirian.
"Saat ini daya saing makin menjadi kata kunci dalam perkembangan ekonomi global yang melahirkan persaingan (kompetisi). Daya saing menuntut manajemen dengan standar global dan transnasional. Meskipun pasarnya lokal atau regional, namun pesaingnya adalah global, ini merupakan adagium ekonomi global," ujarnya.
Di sini daya saing merupakan kata kunci untuk menentukan keunggulan, juga diyakini sebagai salah satu kunci mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Keunggulan ekonomi suatu negara sangat ditentukan kuatnya daya saing dan  salah satu indikatornya dapat dicermati dari strategi pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.
Oleh karena itu lanjutnya hendaklah momentum Kebangkitan Nasional menjadi ajang kebangkitan bangsa Indonesia dalam membangun daya saing melalui pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi supaya kita mampu menyejajarkan diri dengan bangsa-bangsa maju  di belahan dunia lainnya. (PIP/ E-GOV) (r,n)



Rospita Minta Kepada Majelis Hakim Yang Mulia, Vonis Bebas

+ Sebagai Guru Punya Tanggung Jawab Besar Terhadap Bangsa  dan  Negara   

Medan (MP.C)
Warga Jalan Pukat 5 Medan, Rospita, salah seorang guru yang mengajarkan  mata pelajaran matematika, di sebuah Sekolah di  Medan. Rospita dalam menekuni ilmunya  pada bidangnya,Ia berupaya dengan penuh maksimal untuk meningkatkan pengetahuannya, sehingga harapannya ke depan Ia bisa  menjadi guru teladan yang mendapatkan julukan guru terbaik untuk di Medan, bahkan guru teladan yang terbaik di Provinsi Sumatera Utara.

 Harapan Rospita untuk memacu dan mengemban tugas guru yang  sangat mulia terus belajar, karena menurut Rospita belajar itu tidak mengenal usia, bahkan semakin banyak ilmu yang diperoleh, itu sebagai kewajiban, “ Yah sebagai guru kita terus mengabdi kepada  bangsa dan Negara, kemudian sebagai guru kita erus belajar, karena belajar itu tidak mengenal usia,” ujarnya Rosita kepada wartawan, beberapa waktu yang lalu.

Namun kata Rospita meskipun niat kita baik terhadap siapa saja, tapi dengan niat yang baik itu belum tentu  semua orang baik terhadap kita, buktinya berkisar pada bulan Maret tahun 2013 lalu, tetangga Rospita yang bernama Acu, gara-gara persoalan sampah saja kini menjadi persoalan yang berat, kenapa, kata Rospita, persoalan ini  sampai kepada Penyidik Polisi Sektor Percut Sei Taun.

Kemudian penyidik dengan menghadirkan Pelaku dan korban persoalan pembuangan sampah karena sampai terjadi Pengeroyokan, akibat terjadi perkelahian ini maka menimbulkan  ke ranah hukum pidana (KUHP) di PN Medan

Pengadilan Negeri (PN) Medan , menyidangkan perkaran ini Majelis Hakim Firman,SH , oleh Rospita berharap  kepada majelis hakim persoalan menyangkut sampah ini  harus menimbulkan keadilan, dan kepastian hukum.

Rospita juga berharap dalam perkara ini meminta majelis hakim tidak tebang kasih dalam memberikan vonisnya nanti “ Saya mohon majelis hakim memberikan vonis bebas terhadap Rospita, karena  Saya meyakini, bahwa kebenaran di pihaknya” ujar Rospita yang didampingi Penasehat Hukumnya,belum lama ini kepada wartawan.

Rospita juga meminta kepada majelis hakim perkara ini sudah menyita waktunya sebagai guru sekolah, sehingga anak-anak muridnya di  sekolah selalu menanti kehadirannya dalam mengajarkan ilmu Matematika.

Karena itu Rospita berharap kepada majelis hakim memberikan keputusannya yang berdasarkan rasa kemanusiaan dan sosial bagi seorang guru pengajar, apalagi guru adalah sebagai panutan yang  penuh dedikasi

Perkara yang berawal dari pembuangan sampah diseputaran kediaman pelaku dan korban di Jalan Pukat V Mandala By Pas Medan, dinilai soal sepele saja,karena  bukan seperti persoalan besar, seperti kasus-kasus Korupsi dan kasus  criminal lainnya. Karena itu sejumlah warga pun meminta kepada majelis hakim dalam memberikan vonisnya seringan-ringannya, dan bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga bagi Rospita sebagai guru dapat mengemban amanah dan tanggungjawabnya juga sebagai guru yang mengabdi bagi agama,nusa dan bangsa (01.nn)



KEHUMASAN PEMERINTAHAN HARUS SINERJI DAN SALING DUKUNG

Medan,(MP.C)
KEHUMASAN PEMERINTAHAN HARUS SINERJI DAN SALING DUKUNGKehumasan pemerintahan merupakan bagian yang sangat penting dalam pemerintahan guna mendukung good government dan good governance. Jajaran kehumasan harus sinerji.

Kepala Dinas Kominfo Sumut Drs. Jumsadi Damanik, SH, M.Hum mengemukakan itu pada Temu Konsultasi Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) Sumut di Hotel Grand Kanaya Medan, Rabu (14/5).

Temu Konsultasi diisi Dialog Interaktif dengan narasumber selain Kadis Kominfo selaku Ketua Bakohumas Sumut juga Ketua Komisi Pemilu (KPU) Sumut Mulia Banuarea, S.Ag, M.Si dan Dosen Magister Studi Pembangunan dan Magister Sosiologi USU Ahmad Taufan Damanik.

Dihadapan para kepala humas pemerintahan se-Sumut Kadis Kominfo memaparkan forum kehumasan sangat diperlukan karena merupakan jembatan untuk menyatukan semua kehumasan di pemerintahan.

Hal ini bernilai strategis agar kehumasan pemerintahan tidak jalan masing-masing namun diperlukan sinergi sehingga tercapai transparansi penyelenggaraan pemerintahan yang efisien dan efektif.

Menurut Kadis, kehumasan pemerintahan sangat penting dalam kepemerintahan karena dengan peran kehumasannya, maka pemerintahan dapat menjalankan kepemerintahannya dalam menghadapi 3 (tiga) agenda besar dunia.

Pertama, Globalisasi, dimana Indonesia mencanangkan bahwa di tahun 2045 menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke-8 di dunia, dimana sekarang Indonesia sudah termasuk  ke dalam G-20.

Kedua, Demokratisasi, diikutsertakannya publik dalam perumusan kebijakan publik. Ketiga, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dengan perkembangan TIK yang sangat pesat, akan sangat berpengaruh di dalam kepemerintahan.

Selanjutnya, Ketua KPU Sumut Mulia Banuarea juga mengakui sinerjitas lembaga kehumasan sangat strategis dan saling mendukung kelancaran dan akurasi informasi termasuk menyukseskan pemilu seperti Pilpres.

Mulia secara panjang lebar memaparkan perlunya kelancaran informasi kepada masyarakat dalam meningkatkan partisipasi dan mengajak masyarakat menggunakan hak suara pada Pilpres mendatang.

Ahmad Taufan Damanik pada kesempatan ini tampil dengan makalah Peran Bakohumas dalam Peningkatan Partisipasi Perusahaan (CSR) dan Masyarakat dalam Pembangunan.

Dipaparkannya CSR memperkuat kerekatan sosial yaitu membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup, dapat dilakukan misalnya dengan pengembangan usaha-usaha kecil yang berada di sekitar lokasi perusahaan termasuk membantu pemasaran bagi produk usaha kecil tersebut.

"Membangun kepercayaan dan rasa saling menghormati diwujudkan dengan mengembangkan aktivitas CSR yang mengarah pada terbentuknya kondisi keakraban antar anggota masyarakat," ujarnya.

Bakohumas lanjutnya bertugas membantu pemerintah dalam melancarkan arus informasi antar lembaga sehingga pelaksanaan dan penyaluran maupun pertanggungjawaban implementasi CSR berjalan baik dan akuntabel.

Pada forum ini terungkap kelembagaan humas dan bakohumas yang kuat sangat penting adanya, bahkan legimitasi humas pemerintah menjadi keniscayaan dan Standar Kompetensi Profesi Humas sangat diperlukan. (PIP/ E-GOV) (r)



Bakti Sosial Donor Darah SPBUN  PTPN III Basis Kantor Direksi
Mailanta Bangun, Ketua Umum : Ini Soal Kemanusiaan

Medan (MP.C)
Dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2014, Serikat Pekerja Perkebunan PTPN III Basis Kantor Direksi di Jalan Sei. Batang Hari no. 2 Medan  menyelenggarakan kegiatan bakti sosial donor darah yang diikuti oleh sekitar 170 orang calon donor darah yang terdiri dari karyawan dan rekanan PTPN III  menyumbangkan darahnya untuk kepentingan kemanusiaan untuk berkerjasama dengan PMI Kota Medan

Mailanta Bangun, Ketua  SPBUN  yang sebelum membuka secara resmi kegiatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada para pegurus di tingkat basis kantor Direksi yangtelagmenunjukkan  semangt  juangnya untuk berbagi melalui sikap kemanusiaan melalui kegiatan donor darah, “ Donor darah ini soal kemanusiaan, jelas sangat bermaanfaat untuk kita dan mereka yang membutuhkan ,”katanya

Ilmiah,S.Psi, Ketua Basis Kandir juga menyatakan hal yang sama bahwa kegiatan donor darah kali ini adalah yang kedua dan yang pertama kali telah dilaksanakan pada tanggal 13 Nopember 2013 lalu. “ Kita berharap ini akan menjadi agenda rutin SPBUN Basis Kandir ,” Katanya semangat. Ketua panitia Pelaksanaan Donor Darah, Rina Hafsyah  Simatupang yang didampingi oleh Sekretaris Panitia Lestariningsih di kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Perusahaan yang telah memberikan dukungan konkrit berupa fasilitas tempat, snack, bantuan team medis internal demi terselenggaranya acara ini.

Syamsul salah seorang karyawan yang senantiasa aktif mendonorkan darahnya dalam kegiatan SPBUN “ Saya senang dengan kegiatan donor darah, mudah-mudahn bisa rutin setidaknya setahun dua kali ,”harapnya tulus

Irwadi Lubis, Kepala Bagian PKBL  yang mewakili manajemen dalam sambutannya mengucapkan apresiasi yang setingi-tingginya atas upaya dari teman-teman SPBUN sehingga kegiatan positif donor  ini bisa memberi dampak kesehatan yang sangat berarti bagi karyawan dan rekanan yang turut berpartisipasi. Hal ini juga ditegaskan  Dr. Maulana dari Team PMI Kota Medan bahwa trend masyarakat Eropa dan Asia kini adalah melakukan donor  darah secara rutin setiap dua sampai lima kali setahun bisa menyehatkan tubuh karena pergantian sel darah merah yang baru bermaanfaat. (r.nn)





MINGGU KE II    Mei    2014








Dengan Membayar PKB Dan
 BBN-KB Tepat Waktu Akan Menjamin

 Keabsahan Kepemilikan Kenderaan 
Bermotor Anda